Jumat, 19 September 2025

Kompetenkan Profesi Pemandu Wisata Gunung Anda di Outfest 2025

Kompetenkan Profesi Pemandu Wisata Gunung Anda di Outfest 2025


LPK Adhimukti Triyasa Calya (ATC)
Didukung oleh
- Outfest
- BNSP
- LSP Pramindo
- APGI

Akan mengadakan sertifikasi kompetensi bidang :
- Pemandu Wisata Gunung

Pada Hari :
Sabtu, 4 oktober Bimtek di kantor LSP Pramindo
Minggu, 5 Oktober 2025 di Outfest Senayan Park Jakarta booth B18 LPK Adhimukti Triyasa Calya pukul 09.00 - 15.00

Investasi
Pemandu Wisata Gunung
- Muda : Rp. 1.350.000
- Madya : Rp. 1.450.000
- Ahli : Rp. 1.550.000

Persyaratan yang perlu dibawa ketika sertifikasi
1. KTP
2. Ijazah terakhir
3. CV (pernah memandu dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, dibuktikan dengan foto, Surat tugas, itinerary, testimoni, dll )
4. Sertifikat-sertifikat pendukung
5. Surat Rekomendasi Asosiasi (akan diberikan APGI)

Narahubung : Jarody Hestu N (081328173781)

Pendaftaran : https://bit.ly/Sertifikasi_Outfest2025

Pendaftaran paling lambat 30 September 2025 diikuti pembayaran investasi ke nomor rekening BCA 8040888960 atas nama PT Adhimukti Triyasa Calya. Silakan konfirmasi pembayaran kepada narahubung.

Sampai jumpa di Outfest 2025. 

Selasa, 02 September 2025

Konsultasi Dan Kajian Pariwisata Untuk Menunjang Pembangunan Pariwisata Yang Berkelanjutan

Konsultasi Dan Kajian Pariwisata Untuk Menunjang Pembangunan Pariwisata Yang Berkelanjutan


Dalam menunjang pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, ATC menyediakan jasa konsultasi perencanaan, riset dan kajian pengembangan destinasi wisata dan petualangan.

Kajian pariwisata sangat penting untuk dilakukan karena beberapa alasan:

1. Meningkatkan Daya Saing

Kajian pariwisata dapat membantu meningkatkan daya saing destinasi pariwisata dengan memahami kekuatan dan kelemahan destinasi, serta mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada.

2. Mengoptimalkan Pengelolaan Pariwisata

Kajian pariwisata dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan pariwisata dengan memahami kebutuhan dan harapan wisatawan, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Kajian pariwisata dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata dengan memahami kebutuhan dan harapan wisatawan, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

4. Mengurangi Dampak Negatif

Kajian pariwisata dapat membantu mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal dengan memahami dampak pariwisata dan mengidentifikasi strategi untuk mengurangi dampak negatif.

5. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Kajian pariwisata dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

6. Mengidentifikasi Peluang Baru

Kajian pariwisata dapat membantu mengidentifikasi peluang baru untuk pengembangan pariwisata, seperti pengembangan produk pariwisata baru atau meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata.

Dengan demikian, kajian pariwisata sangat penting untuk dilakukan untuk meningkatkan daya saing destinasi pariwisata, mengoptimalkan pengelolaan pariwisata, meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi dampak negatif, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengidentifikasi peluang baru.

Kamis, 07 Agustus 2025

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata untuk 3 skema kepemanduan,  Pemandu Wisata Gunung , Pemandu Wisata Lokal, dan Pemandu Outbound.

Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata untuk 3 skema kepemanduan, Pemandu Wisata Gunung , Pemandu Wisata Lokal, dan Pemandu Outbound.


Pada akhir pekan kemarin, LPK Adhimukti Triyasa Calya (ATC) telah melaksanakan program yang merupakan fasilitasi dari Dinas Pariwisata Kab. Pasuruan, yaitu Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata untuk 3 skema kepemanduan yaitu Pemandu Wisata Gunung Muda, Pemandu Wisata Lokal, dan Pemandu Outbound/ Fasil Experiental Learning.


Program berlangsung pada tanggal 13 - 15 Maret 2025 di Kaliandra Resort, Prigen, Pasuruan dengan kolaborasi bersama 3 asosiasi yaitu APGI, AELI, dan HPI. Sementara sertifikasi dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramindo. Diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kapasitas SDM Pariwisata di Kab. Pasuruan sehingga akan menciptakan pelayanan prima dalam pariwisata. Secara tak langsung akan menciptakan keunggulan destinasi pariwisata kab. Pasuruan yang dikelola dan dijalankan oleh SDM Pariwisata yang handal, profesional, dan kompeten.

Ucapan terima kasih kami haturkan kepada Dinas Pariwisata Kab. Pasuruan, seluruh instruktur dari APGI, AELI, dan HPI, LSP Pramindo beserta para asesor, Kaliandra resort sebagai tuan rumah, serta seluruh peserta yang meluangkan waktunya upgrade ilmu dan skill selama 3 hari ini. Mohon maaf atas segala kesalahan kami selama program.

Semoga menjadi program yang manfaat bagi kita semua.

LPK Adhimukti Triyasa Calya
Sekolah Pemandu Gunung Indonesia (SPGI) sebagai bagian dari LPK Adhimukti Triyasa Calya

Sekolah Pemandu Gunung Indonesia (SPGI) sebagai bagian dari LPK Adhimukti Triyasa Calya


Pelaksanaan sesi perdana program Pelatihan Manajemen Risiko dan Kedaruratan dalam Pendakian Gunung. Program diampu oleh instruktur APGI  mas Ori .

Paparan meliputi penjelasan terkait silabus pelatihan, lalu sharing session terkait Risk Management dan Kedaruratan. Paparan lebih bersifat berbagi teori dan pengalaman, knowledge yang dibagi. Dan juga tanya jawab berdasar pengalaman-pengalaman audience yang pernah terjadi, lalu instruktur memberikan jawaban sesuai dengan prosedur operasional standar.


75 audience ikut bergabung menandakan antusiasme yang tinggi terhadap topik ini. Dan masih akan bersambung di sesi 2 minggu depan. Lalu ditutup praktik lapangan di bulan April 2025.
Salam kompeten dari kami LPK ATC

Salam kompeten dari kami LPK ATC


Wisata petualangan merupakan salah satu minat khusus yang akhir-akhir ini menjadi pilihan bagi masyarakat, baik itu domestik maupun internasional. Salah satu karakteristik utamanya adalah interaksi langsung dengan alam di alam terbuka yang dijalani dengan aktivitas fisik yang beresiko dan perlu adanya manajemen resiko dalam pelaksanaan wisata petualangan.


Sebagai ujung tombak dalam pengelolaan wisata petualangan adalah SDM Pemandu Wisata petualangan yang menjalankan profesinya di hutan, gunung, sungai, goa, lautan, perbukitan, dan lainnya. Mereka perlu meningkatkan knowledge, melatih skill, dan mempunyai attitude yang baik yang dapat diperoleh dalam program pelatihan (peningkatan kapasitas SDM)

LPK Adhimukti Triyasa Calya telah memperoleh legalitas sebagai Lembaga Pelatihan Kerja dan dapat berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, asosiasi, maupun swasta di bidang peningkatan kapasitas SDM di kepemanduan wisata secara umum, termasuk wisata petualangan.

Pada tahun 2025 nanti, kami mulai memasarkan produk-produk kami. Semoga kita dapat berkolaborasi lebih lanjut lagi.

Info lebih lanjut
Jarody (081328173781)

Kamis, 31 Juli 2025

LPK Adhimukti Triyasa Calya Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman denga Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia APGI

LPK Adhimukti Triyasa Calya Melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman denga Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia APGI


Di dalam Rangkayan Kegiatan Indonesia Mountain Tourism Conference II LPK Adhimukti Triyasa Calya melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPK Adhimukti Triyasa Calya dengan Asosiasi Pemndu Gunung Indonesia.

Nota Kesepahaman ini meliputi tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Sekaligus menutup hari pertama Indonesia Mountain Tourism Conference II yang di lakasanakan di hotel Dafam Jawa Tengah.